Showing posts with label Lounge. Show all posts
Showing posts with label Lounge. Show all posts

Saturday, March 26, 2016

Climacon, Jaket Ajaib Dari India


Quote:

Suasana lingkungan dan cuaca kadang berubah sangat ekstrim. Misalnya dingin membekukan tulang atau panas menyengat hingga kita tak nyaman dibuatnya. Tentu tak menjadi masalah bisa kita berada di dalam gedung atau mobil ber-AC. Begitupun bila cuaca sangat dingin, kita bisa menghangatkan tubuh di rumah.

Namun bagaimana jika kita harus berada di luar ruangan dengan kondisi cuaca yang ekstrim? Andai saja AC bisa dibawa-bawa, tentunya semua beres!!!

Pertanyaan itu kini sudah terjawab dengan hadirnya Climacon, jaket yang dapat membuat agan hangat dalam lingkungan yang dingin dan sejuk di cuaca panas. Penemu dari jaket inovatif ini adalah seorang pria berkebangsaan India bernama Kranthi Kiran Vistakula, alumni Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat.
Spoiler for Sang Penemu bersama Climacon yang dikenakannya: 

Spoiler for Climacon: 
Quote:

Ide cemerlang ini berawal saat dia harus berangkat kuliah dan beraktivitas dengan kondisi cuaca bersalju. Saat berada di luar ruangan, ia harus bersusah payah mengenakan jaket tebal. Namun begitu memasuki sebuah ruangan, ia harus repot-repot melepas jaket kembali.

Saat itulah ide Climacon muncul. Dia pun berusaha untuk mewujudkan ide ini dan mengembangkannya, walau di tengah padatnya jadwal kuliah. Bermodalkan 1000$ yang didapatkan dari even Business Plan MIT yang ia menangkan, Vistakula pun berhasil menciptakan sebuah prototype Climacon generasi pertama.

Climacon generasi pertama beratnya mencapai 5 kg. Teman-temannya menertawakan konsep jaket climacon tersebut. Selain berat, jaket tersebut dilengkapi kipas dan kabel-kabel yang berseliweran. Ketika dipakai, jaket tersebut pernah mengundang perhatian polisi karena dianggap sebagai bom. Vistakula memikirkan jalan lain untuk teknologi “AC”-nya tersebut. Ia pun akhirnya menggunakan peltier, pelat ajaib yang memiliki sisi panas dan dingin.
Spoiler for Peltier: 
Quote:

Konsep yang ia gunakan berdasarkan hukum fisika yang disebut Efek Peltier, ditemukan oleh Jean Charles Peltier Prancis di tahun 1836, adalah sebuah fenomena di mana listrik, ketika melewati dua kawat dari logam yang berbeda yang dibuat bersentuhan dan membentuk persimpangan, sehingga memanas atau mendingin berdasarkan logam kawat listrik yang melewatinya.
Spoiler for Penampang Melintang Climacon: 
Spoiler for Diagram Kerja Climacon: 
Prinsip kerja Climacon adalah dengan mempertahankan suhu tubuh pemakainya antara 18 dan 40 derajat Celcius, dan dapat bekerja dalam suhu mulai dari minus 30 hingga suhu 50 derajat Celcius. Climacon menggunakan baterai Lithium Polymer yang tahan digunakan hingga 4-8 jam, bergantung beban kerja peltier.
Quote:

Climacon generasi terbaru kini memiliki berat antara 600 dan 700 gram, kira-kira beratnya seperti sebuah celana jeans. Untuk menciptakan Climacon dengan bobot ringan ini, ia harus bereksperimen dengan berbagai bahan ringan berdasarkan Efek Peltier.

“Kami bekerja dengan aluminium, plastik, karet,” kata Vistakula. Ia membentuk tim setelah kembali ke India pada akhir 2007. Para desainer pakaian, penjahit dan dua teknisi akhirnya mewujudkan jaket Climacon yang ringan.
Spoiler for Vistakula bersama Rekan Kerjanya: 
Quote:

Tak hanya jaket, kini Vistakula mulai mengembangkan produk turunan Climacon yaitu Climaware, yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas seperti kegiatan militer, olahraga, dan kesehatan.
Spoiler for Produk Climaware: 

Climaware Shoes


Climaware Neck Wrap


Climaware Knee Pack


Climaware Headgear


Climaware Haemosave

Anak yang Berhadapan dengan Hukum

Agan/aganwati mungkin kemaren-kemaren sempet baca atau denger pemberitaan tentang kasus A.A.L. (15), seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Palu, Sulteng, yang disidang gara2 dituduh mencuri sendal seorang polisi. Pada kasus A.A.L, sebagaimana diberitakan dalam artikel Pelajar Disidang Karena Curi Sendal Polisi. Akhirnya hakim menyatakan A.A.L bersalah karena terbukti mencuri sandal. Hal ini seperti diberitakan artikel Terdakwa Anak Pencuri Sandal Divonis bersalah.

Tapi tahukah agan/aganwati bahwa ada perbedaan proses penanganan perkara tindak pidana yang dilakukan oleh seorang dewasa dengan yang dilakukan oleh anak-anak?

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) misalnya yang menyebutkan beberapa hak dan perlindungan khusus yang dimiliki oleh anak-anak yang berhadapan dengan hukum yang diatur berdasarkan UU No. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (“UU Peradilan Anak”), antara lain:

Quote:
1. Usia anak adalah 8 hingga 18 tahun kecuali sudah pernah kawin. (Pasal 1 ayat (1) UU Peradilan Anak).
2. Terhadap anak yang diduga melakukan tindak pidana akan dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. Namun, apabila penyidik berpendapat bahwa anak tersebut masih dapat dibina oleh orang tua, wali, atau orang tua asuhnya, maka Penyidik menyerahkan kembali anak tersebut kepada orang tua, wali, atau orang tua asuhnya. (Pasal 5 UU Peradilan Anak).
3. Penyidik, Penuntut Umum dan Hakim haruslah orang yang mengerti masalah anak (Pasal 1 angka 5-10 Jo. Pasal 10, Pasal 41, Pasal 53 UU Peradilan Anak).
4. Penuntut Umum, Penasihat Hukum, Pembimbing Kemasyarakatan, orang tua, wali, atau orang tua asuh dan saksi, wajib hadir dalam Sidang Anak. (Pasal 55 UU Peradilan Anak).
5. Pemeriksaan perkara anak dilakukan dalam sidang tertutup untuk melindungi kepentingan anak. (Pasal 8 ayat (1) UU Peradilan Anak).
6. Penjatuhan pidananya ditentukan 1/2 dari maksimum ancaman pidana yang dilakukan oleh orang dewasa, sedangkan penjatuhan pidana mati dan pidana penjara seumur hidup tidak diberlakukan. (Penjelasan UU Peradilan Anak).
7. Anak Pidana yang telah menjalani pidana penjara 2/3 dari pidana yang dijatuhkan yang sekurang-kurangnya 9 bulan dan berkelakuan baik, dapat diberikan pembebasan bersyarat.(Pasal 62 ayat (1) UU Peradilan Anak).
8. Apabila Kepala Lembaga Pemasyarakatan Anak berpendapat bahwa Anak Negara setelah menjalani masa pendidikannya dalam lembaga paling sedikit 1 (satu) tahun dan berkelakuan baik sehingga tidak memerlukan pembinaan lagi, Kepala Lembaga Pemasyarakatan dapat mengajukan permohonan izin kepada Menteri Kehakiman agar anak tersebut dapat dikeluarkan dari lembaga dengan atau tanpa syarat. (Pasal 63 UU Peradilan Anak).
Selain itu, diatur juga dalam UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU Perlindungan Anak), bahwa “Penangkapan, penahanan, atau tindak pidana penjara anak hanya dilakukan apabila sesuai dengan hukum yang berlaku dan hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir.” (Pasal 16 ayat (1) UU Perlindungan Anak).

Pihak kejaksaan sendiri telah mengatur Petunjuk Teknis Penanganan Anak yang Berhadapan dengan Hukum dalam Surat Edaran Jampidum No.B-363/E/EJP/02/2010 tanggal 28 Februari 2010. Hal ini diberitakan artikel Jaksa Kasus Anak Jangan Abaikan Hati Nurani. Lalu, ada pula Petunjuk Teknis Penuntutan terhadap Anak yang diatur dalam Surat Edaran Jampidum No B-532/E/11/1995 tanggal 9 November 1995. Dimana dalam Surat itu, tuntutan terhadap anak di bawah umur dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal.

Surat Edaran Jampidum No.B-532/E/11/1995
Quote:
Tuntutan terhadap anak di bawah umur dilakukan sebagai berikut :
a. Apabila terdakwa anak di bawah umur tersebut tidak ditahan, supaya mengajukan tuntutan agar anak tersebut dikembalikan kepada orang tua/wali untuk dididik dan kalau orang tua/wali menolak hendaknya dituntut untuk diserahkan kepada pemerintah sebagai anak negara atau diserahkan kepada organisasi/suatu badan tertentu untuk mendapatkan pendidikan sebagaimana mestinya tanpa pidana apapun (Pasal 45 dan Pasal 46 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), atau;
b. Dalam hal tersangka ditahan, agar Jaksa Penuntut Umum menuntut pidana penjara minimum sama dengan masa selama dalam tahanan, atau;
c. Dalam hal Jaksa Penuntut Umum memandang perlu menuntut pidana penjara, agar mempedomani Surat Edaran Jaksa Agung RI Nomor: SE-001/JA/4/1995 tentang Pedoman Tuntutan Pidana.
Nah, sekarang agan/aganwati sudah tau kan apa saja pengaturan-pengaturan yang secara khusus mengatur hak anak yang berhadapan dengan hukum. Jadi, agan/aganwati bisa tau dong mana penanganan kasus tindak pidana anak yang sesuai hukum dan mana yg tidak. 

Sumber:
1. Pelajar Disidang Karena Curi Sendal Polisi.
2. Terdakwa Anak Pencuri Sandal Divonis bersalah.
3. Jaksa Kasus Anak Jangan Abaikan Hati Nurani.

Dasar Hukum:
1. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
2. UU No. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak.
3. UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Jgn lupa ya baca berita-berita terbaru:
1. PBH Peradi Susun Panduan Advokat Untuk Dampingi Anak.
2. Menaikan Harga BBM Dinilai Opsi Terbaik.
3. Menkominfo Undang Masukan Publik.

DISCLAIMER:
Seluruh informasi yang disediakan oleh tim hukumonline.com dan diposting di Forum Melek Hukum pada website KASKUS adalah bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pengetahuan saja dan tidak dianggap sebagai suatu nasihat hukum. Pada dasarnya tim hukumonline.com tidak menyediakan informasi yang bersifat rahasia, sehingga hubungan klien-advokat tidak terjadi. Untuk suatu nasihat hukum yang dapat diterapkan pada kasus yang sedang Anda hadapi, Anda dapat menghubungi seorang advokat yang berpotensi.

Thursday, March 24, 2016

Foto-foto Pohon Raksasa dari Masa Lampau


Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Spoiler for wow: 

Friday, March 18, 2016

10 Tips Agar Anak Anda Tetap Bugar



Quote:
Quote:
Quote:
Tahun-tahun sekolah yang sibuk membawa kebiasaan yang mendorong anak-anak menjadi kelebihan berat badan atau obesitas. Berikut bagaimana membantu anak-anak anda menurunkan berat badan atau tetap bugar sepanjang tahun.
Tips gizi untuk memerangi obesitas

Makan bersama.

Spoiler for Makan Bersama: 

Makan bersama-sama dengan keluarga membantu para remaja makan lebih banyak buah, sayuran dan serat dan lebih sedikit makanan-makanan yang menggemukan dan minuman ringan.

Meskipun anda tidak punya waktu untuk makan bersama keluarga setiap malam, pastikan anda memiliki pilihan-pilihan yang sehat di dapur untuk menghindari makan malam menit-menit terakhir yang terdiri dari makanan cepat saji atau yang dibungkus pulang, yang cenderung lebih tinggi dalam lemak dan kalori daripada makanan yang dimasak di rumah.

Beberapa pilihan baik untuk dimiliki adalah selada yang belum dicuci, wortel kecil, wortel bayi, daging bebas nitrat, hummus, roti gantum utuh dan mentega almond.

Buatlah makanan kesukaan yang lebih sehat.

Spoiler for Makanan Kesukaan: 
Anda tidak harus hanya menghidangkan anak-anak anda salad dan daging panggang. Tetapi buatlah makanan kesukaan mereka, seperti taco, pasta dan pizza dalam cara yang lebih sehat.

Cobalah untuk menggunakan minyak zaitun daripada mentega, dan kurangi keju, krim, dan produk-produk susu yang tinggi lemak yang digunakan dalam resep.

Selipkan ekstra sayuran kedalam saus tomat, atau gunakan cabe hijau dan brokoli sebagai topping pizza. Untuk roti lapis, gunakan roti gandum utuh daripada roti putih dan bumbu rendah lemak seperti mayonaise.

Batasi minuman soda dan jus.

Spoiler for Soda: 

Keduanya mengandung banyak gula dan kalori. Jika anda ingin menghidangkan jus, encerkan dengan seltzer untuk menurunkan kalorinya. Simpan didalam lemari pendingin sehingga siap dan dingin saat anak-anak ingin meminumnya. (red: lebih baik sediakan buah poong dibandingkan jus)

Tawarkan traktiran yang secukupnya.

Spoiler for Traktir: 

Es krim, kue, permen dan kue kering sebaiknya dibatasi pada acara-acara khusus seperti pesta ulang tahun, liburan, perjalanan ke taman hiburan, dan peristiwa atau perayaan jarang lainnya. Sebagai alternatif, simpanlah banyak buah-buahan seperti apel, pisang, anggur, buah-buah bery yang sudah dicuci dan mudah didapat.

Bekal makan siang.

Spoiler for Bekal: 

Biarkan anak-anak anda membantu dalam merencanakan makan siang di sekolah mingguannya. Tidak hanya akan menghemat uang, tetapi makanannya juga lebih sehat. Beberapa pilihan yang baik seperti hummus dalam roti pita gandum dengan ketimun, yogurt, sup buatan rumah dalam termos, telur rebus matang, apel, kacang, dan roti lapis tuna tanpa mayonaise.
Tips berolahraga untuk menghilangkan berat badan (atau tetap bugar)

Diam-diam berolahraga.

Spoiler for Olahraga Diam-Diam: 

"Jika anda berolahraga dalam bentuk sebuah permainan atau di waktu bermain, anak-anak akan lebih tertarik." kata Fransesca Meccariello, sukarelawan untuk Concrete Safari, sebuah program olahraga sepulang sekolah yang non-laba di New York City. Meccariello menyarankan melompati, merayap, permainan petak lari, dan melompat untuk anak-anak berusia 5-8 tahun. Anak-anak yang lebih besar dapat bermain lompat tali, balap lari, atau lomba lari rintangan. Kuncinya adalah membuat olahraga menjadi menyenangkan.

Matikan televisi.

Spoiler for Matikan TV: 

Penelitian-penelitian telah menemukan hubungan langsung antara jumlah jam anak-anak menonton televisi dengan resiko mereka terkena obesitas. Video games dan penggunaan komputer memberikan kontribusi terhadap masalah ini juga. Batasi waktu yang anak-anak anda habiskan untuk kegiatan yang tidak bergerak ini tidak lebih dari satu jam perhari.

Pekerjaan rumah tangga dianggap sebagai olahraga juga.

Spoiler for PT: 

Membereskan tempat tidur, memotong rumput di pekarangan, dan menyapu daun-daun kering, semuanya juga dihitung sebagai olahraga. Tugaskan anak-anak yang lebih besar lebih banyak pekerjaan rumah tangga dan mereka akan berolahraga tanpa mereka sadari.

Dapatkan bantuan tambahan.

Spoiler for Bantuan: 

Jika sekolah anak anda tidak menawarkan ekstrakurikuler atau program olahraga yang terorganisir, carilah program-program olahraga untuk anak-anak yang ada di tempat anda.

Beri contoh yang baik. Anak-anak anda memperhatikan apa yang anda lakukan, jadi berikan satu contoh baik dengan memperbaiki nutrisi anda dan kebiasaan berolahraga juga.

~ Jauhkan Anak dari TV Sebelum Berumur 2 Tahun ~




Sekarang ini boleh dikatakan semua keluarga punya TV, tak jarang jumlahnya lebih dari satu. TV menjadi alat hiburan yang tak tergantikan. Bahkan, tidak jarang TV dianggap ‘membantu’ orang tua yang mempunyai anak kecil (balita). Ketika orang tuanya sibuk menangani yang lain, anak-anak dibiarkan asyik nonton TV. Anak senang, orang tuanya pun demikian…

Boleh dikata, TV merupakan hiburan wajib/minimal bagi anak-anak, dan juga orang dewasa. Tidak hanya TV itu sendiri, tetapi juga ‘turunan’-nya seperti VCD/DVD player, PS, dsb, yang juga menggunakan TV sebagai bagian dari perangkatnya.

Masalahnya adalah, apakah TV merupakan barang yang ’sehat’ bagi anak-anak? Sudah sering dibahas, bahwa TV sebenarnya ‘tidak baik’ untuk anak-anak. Bahkan kadang pembahasan tentang ketidak-baikan TV itu dilakukan di layar/studio TV! Tapi masih banyak yang penasaran, termasuk saya: OK, TV memang tidak baik, tapi seberapa buruk sih?

Quote:
menurut parents.com yang menjabarkan informasi menarik tentang TV dan anak-anak. Berikut ini kutipannya:

1. Anak-anak bermain lebih sedikit ketika sedang ada TV menyala di belakangnya

2. Sekitar 32% anak usia 6 tahun ke bawah tinggal di rumah dimana TV selalu atau hampir selalu menyala sepanjang waktu

3. Sekitar 74% anak dan balita sudah menonton TV sejak sebelum merayakan ulang tahunnya yang kedua

4. Di tahun 1970-an, rata-rata anak mulai nonton TV pada usia 4 tahun. Saat ini: 4 bulan

5. Sekitar 43% anak usia kurang dari 2 tahun nonton TV setiap hari, dan 18% nonton video/DVD setiap hari

6. Anak-anak lebih lambat mengerjakan perintah yang mereka lihat di TV dibandingkan perintah langsung

7. The American Academy of Pediatric merekomendasikan hanya anak usia 2 tahun ke atas yang boleh menonton TV, dan hanya boleh menonton maksimal 2 jam sehari
Tidak ada salahnya rekomendasi dan fakta-fakta di atas menjadi perhatian kita semua, khususnya yang punya anak kecil. Menurut saya pribadi, poin ke 7 itulah yang terpenting: Jangan biarkan anak nonton TV sebelum dia berumur 2 tahun, dan jangan biarkan mereka menonton TV lebih dari 2 jam sehari..

Kalau bukan kita (orang tua) yang melindungi anak-anak dari pengaruh buruk TV, siapa lagi?

 Semoga Bermanfaat gan ....

11 Penyakit Akibat Kelamaan Nonton TV

Quote:
Quote:
Sebagian besar masyarakat menghabiskan waktunya dengan menonton televisi di rumah apabila tidak ada kesibukan. Ada yang beranggapan, menghabiskan waktu dengan menonton televisi membuat hidup menjadi lebih berkualitas.

Banyak informasi dan pengetahuan yang dapat diperoleh dari menonton televisi. Tetapi pada kenyataannya, terlalu lama menonton layar kaca justru dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental Anda.

Berikut ini adalah sejumlah penyakit yang mungkin bisa menimpa Anda jika terlalu lama menghabiskan waktu di depan televisi :
1. Risiko sakit jantung

Berdasarkan analisis data yang dikumpulkan selama enam tahun dengan melibatkan 8.800 laki-laki dan perempuan di Australia (usia 25 yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung), peneliti menemukan bahwa setiap satu jam menonton TV dapat meningkat risiko kematian akibat serangan jantung sebesar 18 % dan risiko kematian akibat kanker sebesar 9 %. Ini berarti bahwa orang yang menonton TV lebih dari empat jam memiliki 80 % peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler selama periode waktu 6 tahun dibandingkan orang yang menonton kurang dari 2 jam setiap harinya.

2. Gangguan tidur

Terlalu sering menonton TV dapat mengurangi kadar hormon melatonin di otak yang dapat mempengaruhi ritme alami tubuh sehingga membuat Anda terjaga lebih lama, tidur tidak teratur dan lelah. Berkurangnya level melatonin juga kerap dikaitkan dengan pubertas dini pada anak perempuan.

3. Diabetes

Sebuah studi pada perempuan yang diterbitkan Journal of American Medical Association tahun 2003 menunjukkan, risiko diabetes meningkat sebesar 14 % pada mereka yang menonton TV selama 2 dalam sehari. Penelitian lain juga menemukan bahwa pria yang menonton TV lebih dari 40 jam seminggu, 3 kali lebih berisiko menderita diabetes tipe 2 daripada pria yang menonton TV kurang dari 1 jam setiap minggunya.


4. Obesitas


Menonton televisi terlampau sering membuat otot Anda tidak bergerak. Jika otot-otot Anda tidak aktif dalam jangka waktu yang sangat lama, dapat mengganggu metabolisme dan menyebabkan kenaikan berat badan.


5. Attention Deficit Disorder (ADD)


ADD adalah gangguan pemusatan perhatian/konsentrasi dan sifat impulsif yang tidak sesuai pada umur anak, bahkan beberapa anak dapat menunjukkan sifat hiperaktif. Penelitian di University of Washington Child Health Institute menemukan bahwa pada anak usia 3 (tiga) tahun yang menonton TV dua jam per hari, 20% berisiko memiliki masalah gangguan perhatian pada usia 7 tahun dibandingkan anak-anak tidak menonton televisi.

6. Peningkatan risiko asma

Di Inggris, sebuah penelitian mempelajari kebiasaan menonton TV lebih dari 3.000 anak-anak mulai usia bayi sampai 11 tahun. Hasil penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang menghabiskan 2 jam atau lebih menonton televisi per hari, dua kali lebih berisiko menderita asma.

7. Mindless eating

Banyak orang tidak sadar, bahwa ketika menonton televisi Anda memiliki kesempatan lebih banyak makan dibandingkan saat melakukan kegiatan lain.

8. Memberi efek negatif pada mental

Menonton TV untuk jangka waktu lama memiliki efek negatif pada perkembangan intelektual anak. American Academy of Pediatrics melarang anak-anak dibawah 2 tahun untuk menonton TV dan merekomendasikan pada anak usia diatas 2 tahun untuk tidak menonton TV lebih dari dua jam sehari.

9. Sakit mata

Menonton televisi terlalu banyak buruk bagi mata Anda, terutama ketika menonton televisi di ruangan gelap. Memfokuskan mata Anda terlalu lama pada salah satu objek dapat membuat mata Anda tegang.

10. Perilaku agresif

Anak-anak kecil lebih mungkin untuk menunjukkan perilaku agresif setelah melihat acara TV atau film kekerasan. Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 3.000 anak usia 3 tahun menemukan bahwa anak-anak yang terlalu sering menonton TV, secara langsung atau pun tidak, akan berisiko untuk memamerkan perilaku agresif.

11. Kurang sosialisasi

Terlalu sering menonton televisi dapat mengurangi interaksi sosial Anda dengan teman dan keluarga. Hal ini dapat menyebabkan berbagai fobia sosial.
 ane rasa dah jelas , penyakit / efek yang di timbulkan , dan ane juga dpt info klo anak terlalu sering nonton tv , anak jadi agresif

Thursday, March 17, 2016

Merubah Kebiasaan Bayi Tidur Digendong



Quote:
Bayiku sejak lahir “dibiasakan” tidur digendong sambil diayun-ayun. Hal itu dilakukan oleh orangtuaku juga. Awalnya aku sangat menikmati cara menidurkan bayi seperti itu. Tetapi ketika dia beranjak 3 bulan, dan beratnya sudah mencapai 5 kg lebih, acara menidurkan bayi menjadi berat dan semaaakin berat (dalam arti yang sesungguhnya). Lebih lagi jika bayi sudah tidur dan aku rebahkan di tempat tidur bahkan jika dilakukan dengan sangat perlahan, dia pasti langsung tersadar dan mulai menangis, ingin digendong lagi. Akibat terlalu sering menggendong, tanganku kaku dan sakit jika digunakan untuk mengangkat sesuatu.

Aku mendapatkan solusi ketika seseorang menghadiahi sebuah buku, “Secrets of the Baby Whisperer” yang ditulis oleh Tracy Hogg. Bukunya benar-benar bermanfaat dan mudah diterapkan! Sepertinya semua masalah tipikal perawatan bayi ada solusinya disitu. Sayangnya buku itu tidak diterbitkan lagi oleh Gramedia.

Termasuk solusi merubah kebiasaan bayi yang tidur harus digendong, ada dalam buku itu. Pada prinsipnya bayi adalah makhluk kebiasaan dan adalah tergantung orang tuanya yang membuat kebiasaan tersebut. Bayi menangis ketika dibaringkan, karena ia protes, “Bukan begitu biasanya saya ditidurkan!”

Pertama, kenali dulu tanda-tanda bayi sudah mengantuk. Tahapannya adalah: menguap, melamun, dan tidur. Pada tahap menguap, segera redupkan lampu, dan peluk bayi dengan posisi bayi berdiri (bukan rebah), sambil ditepuk-tepuk punggungnya. Tidak perlu diayun. Jika sudah melamun, baringkan bayi di tempat tidur, sambil terus menepuk-nepuk punggung atau dadanya. Pada awalnya ia pasti protes dengan cara menangis. Jangan buru-buru diangkat. Tunggu tiga kali tangisan, baru angkat dan peluk kembali bayi sambil ditepuk-tepuk. Jika sudah berhenti menangis dan bayi telah tenang kembali, segera baringkan bayi (masih sambil ditepuk-tepuk). Ia akan segera menangis kembali. Tunggu lagi tiga kali tangisan dan angkat kembali sambil ditepuk-tepuk. Begitu seterusnya, sampai bayi akhirnya tertidur ketika berbaring.

Cara ini saya terapkan, dan pada 8 kali baringan, ia akhirnya tertidur pulas tanpa harus digendong sambil diayun! Believe me, it works!

Yang perlu diperhatikan:

* Semakin muda umur bayi, akan semakin mudah membiasakannya dengan cara tidur seperti ini.
* Mengusap dahi bayi ke arah mata bisa membantu mengurangi ketegangan pada bayi, karena mata bayi juga butuh istirahat dari rangsangan cahaya.
* Selain itu suarakan bunyi bisikan “sssh.. sssh..” ketika menenangkan bayi; suara itu menyerupai bunyi cairan di sekeliling rahim dan oleh karena itu bisa membuatnya tenang.
* Ritme tepukan pada punggung atau dada bayi usahakan seperti irama degup jantung ibu ketika bayi di dalam rahim, tujuannya untuk menenangkannya. Ketika memeluk dan menepuk-nepuk punggung bayi, segera hentikan jika ia sudah diam atau tenang, dan jangan keterusan. Alasannya, supaya menghindari ketergantungan bayi pada hal itu. kita tentu saja harus memenuhi kebutuhan bayi, tetapi jika kebutuhannya sudah terpenuhi (dalam hal ini ia sudah tenang), ia sebenarnya tidak membutuhkannya lagi.
* Jika tahap melamun terlewat dan bayi masih dibiarkan beraktivitas (dan bukannya dibaringkan di tempat redup), ia akan kesal dan terlalu lelah sehingga menangis hebat (untuk menutup dirinya – mata dan telinganya – dari dunia luar) dan akan dibutuhkan effort lebih besar untuk menenangkannya. Jadi ibu harus cermat dalam melihat tanda-tanda bayi mengantuk.
* Jika bayi memalingkan muka dari mainan atau rangsangan dari luar, itu bisa berarti ia bosan atau lelah. Jika kita berikan mainan lainnya, dan ia kembali excited, berarti dia hanya bosan. Namun jika kita berikan mainan lainnya dan ia memalingkan mukanya lagi, berarti ia sudah lelah atau mengantuk. Segera redupkan lampu dan tenangkan bayi sebelum ia menangis hebat.
* Ibu jangan panik ketika bayi menangis. Ingat bahwa tujuan kita adalah menenangkannya. Jangan malah membuatnya menjadi lebih tertekan dengan menggoncang-goncangkan tubuh bayi dengan keras. Keep calm, and your baby will eventually be calm.

Yang paling penting adalah konsistensi. Jika ibu menyerah dan kembali mengayun-ayunkan bayi untuk menidurkannya, ia akan kembali ke kebiasaan lama dan perlu mulai dari awal lagi untuk merubah kebiasaannya itu.

Bayi ditidurkan dengan tenang, ibu pun senang...